Tampilkan postingan dengan label Asteroid & Angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asteroid & Angkasa. Tampilkan semua postingan

Galaksi Terjauh di Alam Semesta

Galaksi itu dinamakan EGS-zs8-1.

Ketahui Galaksi Terjauh di Alam SemestaGalaksi EGS-zs8-1, tercatat sebagai galaksi paling jauh yang terekam teleskop Hubble. (NASA)
Kita berada di alam semesta yang luar biasa besar. Pertanyaannya bagaimana para astronom bisa mengetahuinya? Bukankah tidak ada pita pengukur yang bisa mengukur seluruh alam semesta?
Solusinya, para astronom menggunakan pemuaian alam semesta itu sendiri sebagai penanda jarak. Cahaya dari obyek yang sangat jauh akan mengalami peredupan ketika ruang alam semesta membentang seperti pita karet. Akibatnya, cahaya bintang akan tampak lebih merah terhadap bintang di dekatnya yang memiliki temperatur yang sama. Ketika cahaya bintang kita terima dalam spektrum warnanya, maka fitur dalam cahaya itu akan tampak bergeser ke arah merah. Pergeseran merah inilah yang digunakan untuk mengetahui jarak suatu obyek. Tantangannya, obyek yang paling jauh di alam semesta pada umumnya terlalu redup untuk diamati. Karena itu, para astronom kemudian mengukur jarak galaksi-galaksi jauh dengan mengukur warnanya dalam cahaya tampak dan cahaya inframerah.
Salah satu hasilnya adalah kerja sama antara Teleskop Hubble, Teleskop Spitzer dan teleskop Keck I di Observatorium W. M Keck yang berhasil melihat sebuah galaksi muda yang jaraknya sangat jauh. Jaraknya yang super jauh membuat cahaya dari galaksi yang diberi nama EGS-zs8-1, butuh waktu lebih dari 13 miliar tahun untuk kita terima. Cahaya yang baru saja tiba itu dilihat Hubble saat melakukan survei langit. Tak hanya Hubble, teleskop Keck I yang dilengkapi dengan Multi-Object Spectrometer For Infra-Red Exploration (MOSFIRE) berhasil mengumpulkan spektrum cahaya dari galaksi yang kecerlangannya sangat tidak biasa ini.  Keunikan instrumen MOSFIRE adalah, para astronom bisa mempelajari beberapa galaksi pada saat yang bersamaan.

Penemuan galaksi EGS-zs8-1 tersebut sekaligus menjadi galaksi terjauh yang berhasil ditemukan dan diukur dengan presisi. Dan inilah rekor terbaru dari galaksi terjauh yang ada di alam semesta.  Jika dilihat dari jarak tempuh cahaya, maka galaksi EGS-zs8-1 berasal dari alam semesta yang masih sangat muda. Diperkirakan cahaya meninggalkan galaksi EGS-zs8-1 saat alam semesta baru berusia 5% dari usia alam semesta saat ini yakni 13,8 miliar tahun. Atau dengan kata lain, galaksi EGS-zs8-1 berasal dari masa ketika alam semesta masih berusia sekitar 670 juta tahun. Dan dari analisa yang dilakukan para astronom, usia galaksi ini juga masih sangat muda yakni 100 juta tahun.
Untuk menemukan galaksi EGS-zs8-1, teleskop Hubble dan Spitzer mengidentifikasi warna tertentu dari citra yang mereka ambil. Hasilnya, galaksi EGS-zs8-1 merupakan salah satu obyek paling terang dan juga paling masih di alam semesta yang masih muda. Kala cahayanya mulai mengembara, massa galaksi EGS-zs8-1 sudah mencapai 15% dari Bima Sakti saat ini dalam waktu hanya 670 juta tahun.  Tak hanya itu, bintang-bintang masih terus terbentuk di dalam galaksi EGS-zs8-1. Dan kecepatan pembentukannya juga 80 kali lebih cepat dibanding Bima Sakti saat ini yang memiliki laju pembentukan 1 bintang per tahun.
Jika ditilik dari jaraknya maka keberadaan galaksi EGS-zs8-1 berada dalam epoh reionisasi ketika hidrogen antar galaksi bertransisi dari era kegelapan menuju era yang lebih transparan.  Di masa inilah bintang-bintang muda dalam galaksi generasi pertama seperti EGS-zs8-1 menjadi pengendali transisi tersebut dan mengakhiri masa kegelapan

Tidak banyak galaksi dari alam semesta dini yang berhasil diukur jaraknya dengan akurat. Tapi, setiap galaksi yang berhasi diukur jaraknya menjadi potongan petunjuk lain dalam papan teka teki galaksi generasi pertama yang terbentuk di alam semesta. Kehadiran galaksi EGS-zs8-1 mengisi potongan puzzle yang menunjukan bahwa galaksi masif sudah ada di awal alam semesta dengan karakteristik yang berbeda dengan galaksi-galaksi yang kita kenal saat ini.
Untuk bisa mengungkap lebih bayak cerita dari galaksi generasi pertama di alam semesta seperti EGS-zs8-1, maka kehadiran Teleskop James Webb di tahun 2018 akan memegang peran penting untuk berkontribusi dalam menemukan potongan-potongan teka teki lainnya di alam semesta.


Sumber Referensi:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/06/ketahui-galaksi-terjauh-di-alam-semesta/1

1.058 Orang Telah Terpilih untuk Calon Penghuni Mars

Para calon peserta penuhi kriteria utama: semangat kuat, mampu menilai situasi, mengambil keputusan, bekerja sama, bebas penyakit/narkotika.

mars,makhluk hidupThe Daily Telegraph
Misi untuk menempatkan manusia di Planet Mars menarik minat sekitar 200.000 pendaftar, dan kini telah terpilih lebih dari 1.000 orang di antaranya untuk menjalani tes selanjutnya yang bakal menentukan 24 calon manusia pertama penghuni Planet Merah.
Misi ini merupakan misi sekali jalan. 24 orang yang rencananya mulai diberangkatkan pada 2024 itu tidak akan kembali ke Bumi karena biaya untuk perjalanan ulang-alik sangat mahal. Jarak dari Bumi ke Mars sendiri ditempuh dalam waktu enam bulan.
Sebanyak 1.058 kandidat yang tersaring seleksi tahap pertama berasal dari 140 negara seluruh bagian dunia. Yang teratas saat ini adalah asal Amerika Serikat yaitu 297 orang, setelahnya 75 orang dari Kanada, dan 62 orang dari India—negara Asia yang terbanyak menyumbang relawan.
"Tantangan dari 200 ribu kandidat adalah memilah mana yang kami rasa memiliki fisik dan mental yang sesuai untuk menjadi duta manusia di Mars dari orang-orang yang tidak menganggap ini sebagai hal serius," kata co-founder Bas Lansdorp seperti dikutip kantor berita Reuters.
Mereka sekarang harus menjalani tes ketat, termasuk simulasi kehidupan di Mars dan bertahan di isolasi, ungkap dia.
Proyek dari perusahaan Mars One ini dirancang tahun 2011 oleh dua pria Belanda dengan tujuan membangun kehidupan manusia permanen di Mars pada 2025. Mars One mengatakan para calon peserta memenuhi kriteria utama yaitu "semangat kuat, mampu menilai situasi dan mengambil keputusan, bisa bekerja sama, bebas penyakit dan bebas narkotika serta fasih berbahasa Inggris."
Perusahaan juga berharap bisa mendapatkan pendanaan proyek dari para investor dan hak siar dokumenter televisi yang menayangkan rangkaian ujian hingga seleksi akhir calon. Mereka akan membuat program televisi yang diharapkan bisa menghasilkan cukup uang untuk membiayai rencana futuristik tersebut.
Sumber Referensi:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/01/1000-orang-lebih-telah-terpilih-untuk-calon-penghuni-mars

Apa Saja Jagat Aneh di Semesta yang Ditemukan Sepanjang 2013?

planet,tata surya,jagat raya,semestaPlanet HD 189733b ternyata punya warna biru seperti Bumi. (Hubble Space Telescope/Kompas.com)
Upaya pencarian Bumi kedua yang bisa menampung kehidupan memang belum berhasil sampai saat ini. Namun, dari upaya pencarian itu, terungkap adanya jagat aneh di alam semesta, planet-planet yang unik, jauh dari yang dibayangkan manusia.
Apa saja jagat aneh yang ditemukan itu? Berikut 4 di antaranya.

"Kembaran Bumi" yang mengalami hujan kaca
Planet ini bernama HD 189733b, berjarak 63 tahun cahaya dari Bumi. Seperti Bumi, planet itu berwarna biru. Meski berwarna biru, planet ini tak layak diharapkan untuk mendukung kehidupan. Pasalnya, selain merupakan planet gas, suhunya juga panas, mencapai 500 derajat Celsius. Planet ini juga mengalami hujan kaca. Warna biru bukan disebabkan oleh air, tetapi oleh senyawa silikat.

Planet yang setiap hari mengalami tahun baru
Kepler 78b, demikian namanya, berjarak sangat dekat dengan bintang induknya, 40 kali lebih dekat dari jarak Merkurius ke Matahari. Kondisi tersebut menyebabkan planet berevolusi dengan sangat cepat, hanya 8,5 jam. Sebagai akibatnya, bila disamakan dengan Bumi, planet itu tiap hari mengalami tahun baru. Suhu di planet itu mencapai 2.760 derajat Celsius. Walau tak bisa dihuni, planet ini memberi petunjuk pada astronom bahwa planet yang bisa bertahan berada sangat dekat dengan bintangnya.

Planet alien gas yang berawan
Ilmuwan menemukan adanya titik terang ketika mengobservasi planet Kepler 7b. Mereka pun menduga ada awan di planet gas seukuran 1,5 kali Jupiter itu. "Tak seperti di Bumi, pola awan di planet ini tak berubah banyak. Planet itu memiliki iklim yang stabil," kata Thomas Barclay dari NASA. Temuan planet ini juga sekaligus menjadi laporan cuaca pertama dari planet yang berada di luar Tata Surya.

Planet yang suka berjauhan dengan bintangnya
Planet itu bernama HD 106906 b, memiliki massa 11 kali Jupiter. Planet yang masuk kategori planet gas itu berjarak 79 miliar km dari bintang induknya, 650 kali dari jarak Bumi-Matahari. Saking jauhnya, satu tahun di planet itu sama dengan 4,96 juta hari. Jauhnya jarak planet ini membuat astronom kembali mempertanyakan pembentukan Tata Surya. Bagaimana bisa planet berada begitu dekat dengan bintangnya? Bagaimana dulu dengan Tata Surya?


Sumber Referensi:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/01/apa-saja-jagat-aneh-di-semesta-yang-ditemukan-sepanjang-2013

Asteroid 38 Ton Jatuh di Samudera Atlantik

Karena terpecah, asteroid itu terlalu kecil dan dampaknya tidak signifikan meski energi ledakannya cukup besar, setara 500-1.000 ton TNT.

asteroid,benda langitIlustrasi asteroid. (Thinkstockphoto)
Sebuah asteroid ditemukan tepat pada 1 Januari 2014 waktu Indonesia dan jatuh ke Samudera Atlantik kurang lebih sehari semalam setelah penemuannya.

Asteroid yang kemudian dinamai 2014 AA tersebut ditemukan oleh Richard Kowalski ketika melakukan survei benda langit dekat Bumi dengan teleskop 60 inchi di fasilitas observasi di Mount Lemmon, Arizona.

Saat pengamatan, Rabu (1/1) sekitar pukul 08.16 WIB atau Selasa (31/12), ia menjumpai obyek redup dengan magnitudo 19 melewati rasi Orion.

Dengan pengamatan lebih lanjut, diketahui kemudian bahwa asteroid ini memiliki perihelion (jarak terdekat dengan Matahari) 138 juta km dan aphelion (jarak terjauh dengan Matahari) 211,5 juta km.

Terungkap pula, periode revolusi asteroid itu 1,26 tahun sementara diameternya sekitar 2,7 meter.

Menurut Sky and Telescope, Rabu, saat ditemukan, asteroid itu sedang berada pada jarak 500.000 km dari Bumi. Namun, asteroid itu bergerak cepat sehingga pada Kamis (2/1) pukul 10.00 WIB asteroid itu memasuki atmosfer Bumi, jatuh di wilayah Atlantik.

Posisi jatuhnya asteroid sekitar 40 derajat Bujur Barat dan 12 derajat Lintang Utara, kira-kira sebelah timur Caracas, Venezuela, di Samudera Atlantik, antara Afrika dan Amerika Selatan.

Peter Brown dari University of Western Ontario mengatakan bahwa energi akustik akibat ledakan kecil. Sementara, energi ledakannya sebenarnya cukup besar untuk ukuran manusia, 500 - 1.000 ton TNT.

Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo mengatakan, berdasarkan analisis kasarnya, asteroid itu 38 ton dan masuk ke dalam atmosfer Bumi dengan kecepatan 15 km/detik. Saat memasuki atmofer, asteroid menjelma menjadi meteor yang seterang bulan pada fase separuh.

"Meteor terang ini nampaknya mulai terpecah-belah di ketinggian sekitar 45 km dpl (dari paras laut rata-rata) dan selanjutnya meledak di atas ketinggian 37 km dpl," katanya.

Karena terpecah, asteroidnya terlalu kecil untuk jatuh ke muka Bumi dengan ukuran yang signifikan. Meski mekanisme jatuhnya sama dengan asteroid penyebab ledakan Chelyabinsk, Rusia, 15 Februari 2013 lalu, karena ukurannya kecil, dampak ledakan tak signifikan.

"Dengan energi 'sekecil' itu, tak ada dampak signifikan yang terjadi di Samudera Atlantik di lokasi titik ledaknya, apalagi di daratan terdekat," kata Ma'rufin.
Sumber Referensi:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/01/asteroid-38-ton-jatuh-di-samudera-atlantik

10 Hewan yang Pernah Jadi Astronot

Demi ilmu pengetahuan yang dikirim ke luar angkasa bukan hanya manusia sebagai astronot, beberapa jenis hewan pun pernah mencicipi rasanya 'jalan-jalan' dengan pesawat antariksa. Uniknya lagi, hewan-hewan tersebut punya nama masing-masing. Apa sajakah? Kita lihat daftarnya berikut ini.


1. Monyet dari Iran


Bulan Januari 2013 (28/01) kemarin, pemerintah Iran mengumumkan bahwa mereka berhasil mengirimkan seekor monyet ke luar angkasa. Pengiriman monyet ke luar angkasa ini adalah salah satu dari proyek pemerintah Iran yang tergolong sukses. Sebelumnya mereka juga pernah mengirimkan beberapa hewan lain seperti tikus, kura-kura dan cacing ke angkasa luar.



2. Laika dari Rusia


Laika adalah nama seekor anjing Rusia dan menjadi hewan pertama yang berhasil dikirimkan ke luar angkasa pada tahun 1957. Sayangnya, pemerintah Rusia hanya memikirkan cara mengirimkan hewan tersebut saja dan tidak memikirkan cara mengembalikannya ke bumi.



3. Able dari Amerika Serikat


Panas oleh kesuksesan Rusia meluncurkan hewan pertama ke luar angkasa, pada tanggal 28 Mei 1959, Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama. Pemerintah AS mengirimkan 2 ekor monyet yang salah satunya bernama Able ke luar angkasa. Tidak seperti Rusia, pihak NASA berhasil membawa pulang Able ke bumi.



4. Baker dari Amerika Serikat

Baker adalah teman dari Able yang ikut diluncurkan pada tanggal yang sama. Tidak seperti Able, Baker mampu bertahan hidup sampai akhirnya dia mati pada tahun 1984.



5. Otvazhnaya, Snezhinka dan Marfusha


Pada bulan Juli 1959, ada 3 hewan lagi yang dikirimkan ke luar angkasa. Ketiga hewan ini dinamakan Otvazhnaya (anjing), Snezhinka (anjing), dan Marfusha (kelinci). Otvazhnaya sukses diterbangkan selama 5 kali dalam rentang waktu 1959 sampai 1960.



6. Miss Sam dari Amerika Serikat

NASA kembali membuat percobaan dengan mengirimkan hewan ke luar angkasa. Seperti sebelumnya, NASA masih menggunakan monyet sebagai obyek penelitiannya pada 21 Januari 1960. Kali ini monyet yang terpilih bernama Miss Sam. Monyet satu ini juga berhasil kembali ke bumi dengan selamat.




7. Strelka & Belka dari Rusia



Tidak ingin kalah dengan rival abadinya, Rusia kembali mengirimkan dua anjing ke luar angkasa pada tanggal 19 Agustus 1960. Kali ini, Rusia tidak mengulangi kejadian yang sama. Strelka dan Belka berhasil kembali ke bumi dengan selamat.

Beberapa bulan setelah kembali ke bumi, Strelka melahirkan enam anak anjing yang sehat. Salah satunya bernama Pushinka dikirim ke Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy sebagai hadiah untuk anaknya.




8. Ham dari Amerika Serikat


Ham adalah nama seekor simpanse pertama yang dikirimkan ke luar angkasa. Nama Ham adalah akronim dari laboratorium tempat dia dipersiapkan, Holloman Aerospace Medical Center yang berlokasi di Holloman Air Force Base, New Mexico. Ketika dikirimkan pada 31 Januari 1961, Ham ternyata tidak mengalami permasalahan berarti dan tetap tenang hanya mengalami dehidrasi saja.

Ham berhasil kembali ke bumi dengan selamat dan menghabiskan 17 tahunnya di National Zoo, Washington.



9. Felix dari Prancis


Tidak hanya Rusia dan Amerika Serikat saja, Prancis ternyata juga pernah mengirimkan hewan ke luar angkasa. Tidak seperti kedua negara tersebut, Prancis lebih memilih seekor kucing bernama Felix untuk dikirimkan pada tanggal 18 Oktober 1963.

Felix bahkan menjadi kucing pertama yang berhasil menjelajah ke luar bumi dan fotonya diabadikan di koleksi perangko beberapa tahun kemudian.



 10. Bulu Babi dari Amerika


NASA menyatakan tidak pernah ada mahluk hidup yang bisa berhubungan seksual di luar angkasa. Tetapi penelitian di pesawat ulang alik Atlantis pada tahun 1997 membuktikan bahwa sel sperma berenang lebih cepat di area bebas gravitasi.

Sel sperma yang diteliti adalah sperma bulu babi, mereka berenang lebih cepat di luar angkasa daripada di bumi.



Dari daftar di atas terlihat paling banyak dikirim ke luar angkasa adalah bangsa monyet. Mungkin karena kemiripan biologis mereka dengan manusia sebagai primata, sehingga layak dijadikan penelitian.  Bagaimanapun yang jadi pertanyaan, mengapa tidak gajah atau badak ikut dikirim? Ah, mungkin karena bobot mereka terlalu berat, ya.  Tunggu saja sampai nanti jaman Star Trek dengan pesawat Enterprise-nya, siapa tahu jadi "Bahtera Nuh" luar angkasa 
Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2013/06/10-hewan-yang-pernah-jadi-astronot.html

Berbagi Visi Jagat Raya!

Langit malam nan luas dihiasi milyaran benda-benda eksotis sekaligus aneh! Saking banyaknya, untuk menjelajah keajaiban kosmik tidak bisa hanya dilakukan oleh stau orang saja. Karena itu para astronom bekerja sama. Tidak hanya itu. Dibutuhkan juga banyak orang pintar dan teleskop hebat untuk melihat obyek-obyek jauh di alam semesta.

KOlase lingkungan padat galaksi dimana AGN banyak ditemukan, Kredit: NAOJ
Artinyaaaa, negara-negara di dunia harus memiliki visi bersama dan juga bekerjasama dalam keuangan untuk bisa mendanai pengembangan teknologi mutakhir unutk melihat alam semesta sekaligus juga sama-sama berbagi waktu unutk menggunakan teknologi tersebut. Dengan cara ini,  bersama-sama, mereka bisa mewujudkan proyek besar seperti survei langit yang membutuhkan ratusan jam pengamatan di seluruh langit malam. Setelah hasil pengamatan dikumpulkan, tim yang bekerja akan berbagi penemuannya lewat dunia maya.
Berkat jasa Virtual Observatory, sejumlah besar informasi survey astronomi yang sudah terkumpul tidak terbuang sia-sia. Astronom maupun masyarakat dari seluruh dunia dapat mengakses data tersebut lewat internet! Satu tim diantarnya mempelajari kondisi lingkungan dimana sebuah lubang hitam bisa ditemukan di pusat galaksi.
Para astronom ini menggunakan Virtual Observatory untuk mengakses data di 10000  pusat (yang kita sebut nuklei atau inti) galaksi aktif, atau “Nuklei Galaksi Aktif” (AGN).
Dari data tersebut, para astronom menemukan kalau lubang hitam yang lebih gendut dan besar, cenderung ditemukan di daerah padat galaksi. Galaksi-galaksi yang berada saling berdekatan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk saling bertabrakan. Tabrakan antar galaksi inilah yang menjadi pemicu tumbuhnya lubang hitam. Jadi ketika dua galaksi bertabrakan, lubang hitam yang sudah ada di pusat masing-masing galaksi akan bergabung membentuk lubang hitam yang lebih besar.
Fakta menarik : Kamu pun bisa ikut bergabung melakukan penelitian! Proyek seperti Galaxy Zoo juga mengijinkan anak-anak menjelajah obyek-obyek yang tak terhitung banyaknya di langit malam, tanpa perlu ada akses ke teleskop profesional. Cobalah salah satu proyek menarik ini! Siapa tahu kamu bisa menemukan sesuatu yang baru dan spektakuler di alam semesta!

Sumber Referensi:
http://langitselatan.com/2013/11/02/berbagi-visi-jagat-raya/

Foto Angkasa Raya yang Luar Biasa Dan Menakutkan


1.Eerie Fog


 NASA photo of NGC 1999, a nebula in the constellation Orion

2.Harrowing Escape



Photo of outer space

3.Franken Nebula


ESO photo of the stellar cluster NGC 2467 in the southern constellation of Puppis or "The Stern"

4.Black Widow Nebula


  Black Widow Nebula picture: part of a Halloween gallery of spooky space objects

5.Eye of Sauron


Fomalhaut system picture: part of a Halloween gallery of spooky space objects

6.Planet Hell


Corot 7b picture: part of a Halloween gallery of spooky space objects


7.Blood Moon


Blood moon picture: part of a Halloween gallery of spooky space objects

8.Zombie Star



Composite picture of Tycho's supernova remnant showing an x-ray arc

9.Orion's Bat


Bat-shaped nebula picture: part of a Halloween gallery of spooky space objects

10.Black Hole Cannibal


Picture of galaxy NGC 3993 showing two central black holes

11.Little Ghost Nebula


Ghost nebula picture: part of a Halloween gallery of spooky space objects

12.The Death Star


Saturn moon picture: part of a Halloween gallery of spooky space objects

13.Vampire Stars


An illustration depicting two ''blue straggler'' stars.

Sumber Referensi:
Source1;http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/11/foto-angkasa-raya-yang-menakutkan Source2;http://news.nationalgeographic.com/news/2013/10/pictures/131031-spooky-space-halloween-zombies-vampires-stars-photos/

"Kembaran" Bumi Ditemukan pada Jarak 400 Tahun Cahaya

Ukuran dan komposisi batuan planet ini sama dengan Bumi, tetapi suhunya 2.000 derajat lebih panas.

kepler 78b,planet mirip bumi,planet,antariksaPerbandingan Bumi dan Kepler-78b. (David A. Aguilar/CfA/NASA)
Secara fisik, Kepler-78b bisa jadi rumah baru bagi umat manusia saat planet Bumi tidak lagi bisa ditempati di masa depan. Diameternya hanya 1,2 kali lebih besar daripada Bumi, 1,7 kali lebih masif, dan memiliki kepadatan yang hampir identik. Para ilmuwan meyakini bahwa Kepler-78b sebagian besar tersusun atas batu dan besi, seperti juga Bumi.
Persoalannya, permukaan planet ini 2.000 derajat lebih panas daripada Bumi karena begitu dekat dengan bintang induknya. Planet ini membuat para ilmuwan kebingungan, bagaimana ia bisa begitu dengan bintangnya. Dengan posisi yang yang ganjil tersebut, menurut para ilmuwan, "planet ini seharusnya tidak eksis."
Satu tahun di Kepler-78b hanya 8,5 jam--waktu yang dibutuhkannya untuk mengorbit satu kali mengelilingi bintangnya. "Persamaannya dengan Bumi hanya pada ukuran dan massanya, tetapi [planet ini] sama sekali berbeda dengan Bumi dalam hal suhunya yang 2.000 derajat lebih panas," kata Josh Winn, dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), AS, yang menjadi bagian dalam penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Nature.
"Kepler-78b adalah sebuah dunia lava yang membara, sederhananya, ia mestinya tidak ada. Kedekatannya dengan bintang, bagaimana bisa berada di sana, masih menjadi misteri. Hal yang kami tahu, ia tidak akan eksis selamanya. Gelombang gravitasi pelan-pelan akan menariknya semakin ke depat ke bintangnya dan akhirnya akan menghancurkannya," demikian penjelasan Chris Watson dari Queen's University di Belfast. Bersama tim dari MIT, ia dan timnya juga mempelajari planet ini.
Untuk menganalisis goyangan bintang akibat tarikan gravitasi dari Kepler-78b, tim astronom dari Amerika dan Eropa memperoleh data dari observatorium di Hawaii dan Kepulauan Canary.
Sebelumnya, sudah beberapa kali ilmuwan menemukan exoplanet dengan ukuran atau massa mirip Bumi, tetapi Kepler-78b adalah yang pertama diketahui ukuran sekaligus massanya.
Subhanjoy Mohanty, seorang pakar astrofisika dari Imperial College London mengatakan bahwa temuan ini merupakan langkah penting dalam upaya pencarian planet yang seperti Bumi. Sebab, temuan sebelumnya yang memiliki komposisi sejenis ukurannya jauh lebih besar.
Temuan ini menjadi salah satu topik yang akan dibicarakan pekan depan dalam konferensi ilmiah Kepler yang kedua, pada 4-8 November di Ames Research Center, NASA. Lebih dari 400 pakar astrofisika dari Australia, Cina, Eropa, Amerika Latin, dan AS akan mempresentasikan analisis mereka.

Sumber Referensi:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/10/kembaran-bumi-ditemukan-pada-jarak-400-tahun-cahaya.

2,8 Miliar Tahun Lagi, Matahari akan "Telan" Bumi

Saat itu, Bumi terlalu panas untuk didiami oleh mikroba yang paling tangguh sekalipun.

matahari,planet(Thinkstock, ilustrasi)
Studi teranyar mengungkap bahwa akhir kehidupan di Bumi akan datang sekitar 2,8 miliar tahun dari sekarang.
Saat ini, kondisi suhu berada pada tingkat yang nyaman dan mendukung bagi kehidupan di Bumi. Namun, ini tidak akan berlangsung selamanya. Matahari semakin menua dan lama-kelamaan makin memanas.
Dalam kurun waktu sekitar lima miliar tahun, Matahari akan menguras bahan bakar nuklirnya dan membengkak menjadi "raksasa merah"--sebuah bintang besar, tua, dan menyilaukan--dan mungkin akan menelan planet kita. Jauh sebelum mencapai tahap "raksasa merah", semua bentuk kehidupan di muka Bumi akan hangus.
Lalu, kapankah kehidupan di Bumi akan benar-benar sirna? Tim peneliti yang dipimpin oleh Jack O'Malley James, pakar astrobiologi dari University of St Andrews di Skotlandia, berupaya mencari jawabannya.
Mereka menggunakan parameter seperti suhu, kelimpahan air, dan makanan untuk memeriksa kesehatan masa depan biosfer Bumi. Dengan data itu, mereka dapat memetakan bagaimana awal berakhirnya seluruh kehidupan. Tim ini juga menganalisis apakah keberadaan penanda biologis mungkin terlihat, seperti peradaban asing (alien) yang sedang mencari kehidupan. Studi ini akan diterbitkan dalam International Journal of Astrobiology.
Tanaman musnah lebih dulu
Dengan melakukan ramalan cuaca jangka panjang, tim menyatakan bahwa ketika temperatur di Bumi perlahan-lahan mulai meningkat, lebih banyak uap air yang akan terbentuk. Kondisi ini mengakibatkan pelepasan karbon dioksida secara terus-menerus dari atmosfer.

Tanaman mengandalkan karbon dioksida untuk menghasilkan energi melalui proses fotosintesis, sehingga hilangnya karbon dioksida secara berkelanjutan akan menjadi berita buruk bagi dedaunan. Studi ini menjadi petunjuk pertama kematian kehidupan di Bumi, yang diperkirakan terjadi dalam kurun waktu 500 juta tahun mendatang. Ketika itu, spesies tanaman terus berkurang dan akhirnya benar-benar hilang karena terjadi penurunan drastis tingkat karbon dioksida secara global. Hewan-hewan yang mengandalkan tumbuhan sebagai sumber makanannya kemungkinan akan saling memangsa.

"Ketika jumlah tanaman mengalami penurunan, hewan pun akan semakin langka secara simultan dalam kurun waktu miliaran tahun," kata O'Malley James.

Hanya mikroba yang masih bertahan
Sekitar 2,8 miliar tahun dari sekarang, hanya komunitas mikroba yang akan tertinggal untuk mewarisi Bumi. Akan tetapi, kondisi Bumi terus memanas tanpa henti, lautan akan menguap, memicu efek rumah kaca, yang akan mengakibatkan pemanasan planet secara cepat dan berkelanjutan, pasokan air juga menjadi sangat langka.

"Hanya mikroba yang tangguh yang akan mampu mengatasi hal ini, bahkan sampai mereka tidak bisa lagi bertahan ketika suhu melewati ambang di mana DNA mereka bisa rusak, yaitu sekitar 140°C," tambah O'Malley James.

Menelisik potensi kehidupan
Tim berharap temuan ini dapat membantu upaya pencarian kehidupan di luar Bumi, dengan memperluas jumlah tanda-tanda potensi kehidupan yang harus dicari untuk menganalisis atmosfer suatu planet secara lebih rinci. "Mengetahui tanda-tanda kehidupan lain dapat membantu kita dalam mendeteksi kehidupan pada sebuah planet yang mungkin sebelumnya tidak diperhitungkan," kata O'Malley James.

Melihat sisi positif
Studi ini menggambarkan masa depan yang suram bagi planet kita, namun O'Malley James dan rekannya berpikir bahwa teori mereka soal rentang waktu kehidupan tergolong konservatif. Masih banyak yang belum diketahui untuk memprediksi apa yang akan terjadi dalam kehidupan di bawah tekanan seperti itu. "Sangat sulit untuk memprediksi apakah evolusi kehidupan dapat mengatasi perubahan lingkungan yang ekstrem di masa depan," katanya.

Namun, studi ini jelas menunjukkan bahwa kehidupan di Bumi, secara alamiah, cenderung mengalami perubahan. Jika masa lalu bisa dijadikan indikasi, kita dapat mengambil hikmah: Meskipun gejolak lingkungan pernah muncul secara besar-besaran, seperti kepunahan massal, satu hal yang harus kita syukuri adalah, hidup belum pernah sepenuhnya padam sejak awal kemunculannya.
Sumber Referensi:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/10/28-miliar-tahun-lagi-matahari-akan-telan-bumi.

Planet Baru Kaya Akan Berlian, Bisakah Dihuni?

Astronom dari Yale University menemukan sebuah planet yang kaya akan berlian. Planet tersebut berukuran dua kali lipat Bumi, mengorbit bintang serupa dan tetangga Matahari. 

"Ini bukti pertama adanya planet batuan yang secara fundamental punya perbedaan komposisi kimia dengan Bumi. Permukaan planet ini lebih banyak ditutupi dengan grafit dan berlian daripada air dan granit," ungkap Nikku Madhusudhan, astronom penemunya.


Planet berlian tersebut bernama 55 Cancri e, memiliki massa 8 kali Bumi sehingga disebut planet Bumi Super. Planet ini merupakan salah satu dari 5 planet yang mengorbit bintang 55 Cancri, berlokasi 40 tahun cahaya dari Bumi.


Apakah planet itu bisa dihuni manusia?

55 Cancri e mengorbit dengan kecepatan tinggi. Satu tahun di planet itu sama dengan 18 jam di Bumi. Suhu planet juga sangat panas, mencapai 2.149 derajat celsius. 

Astronom sebelumnya menduga bahwa 55 Cancri e memiliki air super panas. Namun, observasi menunjukkan bahwa planet itu tak punya air sama sekali. Komposisi planet mayoritas hanya karbon, besi, silikon, dan silikat. Kandungan berlian mencapai 75 persen.

Dengan demikian, planet baru ini tak bisa dihuni. Tinggal di planet kaya berlian ini cuma akan jadi mimpi. 

Penemuan ini, kata Madhusudhan, menunjukkan bahwa planet Bumi Super kaya karbon yang jauh tak bisa lagi diasumsikan punya komposisi sama dengan Bumi. Temuan ini juga membuka peluang studi lain, mengungkap pengaruh komposisi planet pada aktivitas tektonik dan vulkanik.

"Bumi Super kaya berlian ini adalah salah satu penemuan yang menanti kita untuk mengeksplorasi planet yang mengorbit bintang tetangga Matahari," papar Madhusudhan seperti dikutip Physorg. Riset akan dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters


Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2012/10/planet-baru-kaya-akan-berlian-bisakah.html.

Tiga Bintang Menghias Langit Planet di Sistem Gliese 667 C

Planet laik huni ditemukan! Hmm.. ok bukankah sudah ada beberapa yang ditemukan? Apa bedanya dengan yang baru ini?
Saat ini memang ada sekitar 10 planet yang dikategorikan planet laik huni menurut katalog dari Planetary Habitability Laboratory dari 894 planet yang sudah ditemukan. Bisa dilihat betapa tidak mudahnya menemukan planet yang seukuran Bumi atau yang punya karakteristik seperti Bumi. Padahal sampai saat ini, karakteristik mirip yang dicari baru satu yaitu punya air dalam wujud cair. dengan kata lain planet berada di dalam area laik huni bintang. Sebuah zona hangat yang bisa mempertahankan air dalam wujud cair.

Ilustrasi senja di Gliese 667Cc. Kredit: ESO/M. Kornmesser
Sistem Keplanetan Gliese 667 C
Pada tahun 2012, para astronom berhasil menemukan sebuah planet di area laik huni bintang Gliese 667 C atau disingkat GJ 667 C. Menarik karena, bintang Gliese 667 C termasuk bintang dekat dengan jarak hanya 22 tahun cahaya dari Bumi. Planet Gliese 667 Cc merupakan planet kedua dalam sistem Gliese 667C. Bersama planet Gliese 667 Cb, ia mengitari sang bintang dari jarak hanya 0,12 AU atau sekitar 18 juta km. Lebih dekat dari jarak Merkurius – Matahari (0,38 AU). Planet Gliese 667 Cb yang merupakan planet terdekat di sistem tersebut berlokasi hanya 7,6 juta km atau 0,051 AU dari bintang induknya dengan massa 5,6 massa Bumi dan mengorbit bintang dalam waktu 7,2 hari.
Planet Gliese 667 Cc mengitari sang bintang induk hanya dalam 28 hari dan memiliki massa 3,8 massa Bumi. Karena itu, planet ini dikategorikan planet Bumi Super. Tahun 2012, diduga planet Gliese 667 Cb dan Cc masih punya beberapa rekan yang menemani mereka mengorbit si bintang. Dan ternyata kabar itu benar adanya.
Bulan Juni 2013, tim astronom yang meneliti sistem keplanetan di Gliese 667 C dengan menggunakan data HARPS (High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher) berhasil mengkonfirmasi keberadaan setidaknya 6 planet di sistem bintang tersebut. Termasuk Gliese 667 Cb dan Cc yang sudah ditemukan setahun sebelumnya. HARPS merupakan spektograf presisi tinggi yang dipasang pada teleskop 3,6 meter milik ESO di Chile.

Diagram planet di sistem Gliese 667 C. Enam planet dikonfirmasi dengan 1 kandidat planet. Tiga planet merupakan planet laik huni. Credit: ESO
Dari ke-6 planet di sistem Gliese 667 C tersebut, tiga di antaranya berada di area laik huni bintang. Dengan demikian diperkirakan planet-planet tersebut mampu memiliki air dalam wujud cair, mengingat area laik huni merupakan area dengan temperatur yang cukup hangat untuk mempertahankan air dalam wujud cair.
Tiga planet laik huni dalam satu sistem! Akan sangat bagus bukan kalau di sebuah bintang ada 3 planet yang punya kehidupan? Tapi jawaban tentang ada tidaknya kehidupan masih belum akan terjawab dalam waktu dekat.
Sistem keplanetan Gliese 667 C berhasil dikonfirmasi memiliki 6 planet setelah tim astronom yang dipimpin oleh Guillem Anglada-EscudĂ© dari University of Göttingen, Jerman dan Mikko Tuomi dari University of Hertfordshire, UK melakukan penelitian dengan menggunakan data baru dari HAPS, data dari VLT milik ESO, dan data yang diperoleh dari pengamatan Teleskop Magellan di W.M. Keck Observatory. Hasilnya, tim tersebut menemukan bukti kalau sistem keplanetan di bintang Gliese 667 C bisa memiliki 7 planet yang mengorbit sang bintang. Enam planet telah dikonfirmasi keberadaannya.

Orbit planet-planet di Sistem GJ 667 C. Kredit: exoplanet apps
Dari ke-6 planet yang ada di Bintang Gliese 667 C, tiga di antaranya merupakan planet Bumi Super dan ketiganya berada dalam zona laik huni bintang. Satu di antaranya adalah planet Gliese 667 Cc yang sudah ditemukan sebelumnya dan berada di tepi dalam zona laik huni bintang. Dua bintang lainnya Gliese 667 Cf dan Ce memiliki massa hampir sama yakni 2,7 massa Bumi namun keduanya berada pada lokasi yang berebda di zona laik huni. Gliese 667 Ce berada di tepi luar pada jarak 0,2 AU (29,9 juta km) sedangkan Gliese 667 Cf berada tepat di dalam zona laik huni bintang Gliese 667 C pada jarak 0,156 AU (23,3 juta km). Ketiganya masih berada lebih dekat dari jarak Merkurius – Matahari. Planet Gliese 667 Ce membutuhkan waktu 62,2 hari untuk mengorbit bintang sedangkan planet Gliese 667 Cf hanya membutuhkan 39 hari untuk mengitari sang bintang.
Tiga planet lainnya termasuk di dalamnya Gliese 667 Cb berada di luar zona laik huni bintang. Gliese 667 Cd berada di luar zona laik huni dan diperkirakan memiliki temperatu yang sangat dingin untuk bisa mempertahankan air tetap cair di permukaan planetnya. Planet Gliese 667 Cd memiliki massa 5,1 massa Bimi dan membutuhkan waktu 91,6 hari untuk mengitari sang bintang dari jarak 0,28 AU.
Planet terluar dalam sistem Gliese 667 C adalah planet Gliese 667 Cg yang berada di luar zona laik huni sehingga tidak akan memiliki air dalam wujud cair di permukaannya. Planet tersebut berada lebih jauh dari jarak Matahari – Merkurius pada jarak 0,55 AU atau sekitar 82,3 juta km. Massa planet Gliese 667 Cg 5 massa Bumi dan ia membutuhkan setidaknya 256 hari untuk mengorbit bintang induknya.
Keberadaan ketiga planet di zona laik huni bintang Gliese 667 menyebabkan area imajiner yang hanta di bintang tersebut menjadi sangat kompak dan rapat. Diperkirakan, tambahan satu planet lagi akan menyebabkan ketidakstabilan pada sistem. Planet ke-7 atau planet Gliese 667 Ch masih belum dikonfirmasi keberadaannya tapi diperkirakan ia merupakan planet dalam yang berada di luar area laik huni bintang dan kondisi permukaan planet akan sangat panas untuk mempertahankan air dalam wujud cair di permukaan planet.
Dari ke-6 planet yang ada ditambah 1 kandidat planet ke-7 yang masih belum dikonfirmasi, tercatat 2 planet (Cb dan Ch) merupakan planet yang sangat panas karena berada di area terdalam sistem sangat dekat dengan bintang. Dua planet terluar (Cd dan Cg) memiliki temperatur yang dingin karena jauh dari bintang. Planet-planet di zona laik huni yang berada “cukup” dekat dari bintang induknya akan terkunci secara gravitasi sehingga hanya satu sisi wajah planet yang akan berhadapan dengan bintang. Sama seperti kasus Bumi – Bulan. karena itu planet-planet tersebut akan memiliki panjang siang dan malam yang sama dimana satu sisi akan selamanya siang dan sisi lainnya akan selamanya malam. Perbedaan temperatur pada kedua sisi planet juga akan cukup besar mengingat satu sisi selalu mendapatkan panas bintang sedang sisi lainnya senantiasa gelap.
Bintang Gliese 667 C
Sistem keplanetan Gliese 667 C memiliki keistimewaan tidak hanya karena ia memiliki 6 atau 7 planet yang mengitari bintang. Juga bukan karena ia punya 3 planet laik huni dalam satu sistem. Tapi juga karena bintang Gliese 667 C merupakan bagian dari sistem bintang bertiga yang berada di rasi Scorpius si Kalajengking. Dengan jarak hanya 22  tahun cahaya, jelas bintang Gliese 667 C atau GJ 667 C merupakan salah satu tetangga dekat Matahari.
Bintang Gliese 667 C merupakan anggota paling redup dalam sistem bintang bertiga Gliese 667 yang mengitari dua bintang lainnya pada jarak lebih dari 230 AU (6 kali jarak Matahari – Pluto. Bintang GJ 667 C merupakan bintang katai kelas M dengan 0,3 massa Matahari dan temperatur 3350 K. Bintang GJ 667 C diketahui memiliki rentang zona laik huni 0,1 – 0,22 AU dan radius bintang 0,410 radius Matahari.
Dua bintang lainnya Gliese 667A dan Gliese 667B merupakan pasangan katai coklat oranye dengan konsentrasi kelimpahan elemen berat hanya 25% dari yang dimiliki Matahari. Kedua bintang memiliki massa 0,73 dan 0,69 massa Matahari dengan radius 0,76 dan 0,7 radius Matahari.
Seandainya di salah satu planet laik huni di GJ 667 C memang bisa memiliki kehidupan atau seandainya manusia bisa kesana, akan ada pemandangan sangat indah langit. Planet-planet yang mengelilingi bintang Gliese 667 C akan memiliki 2 bintang lainnya yang bersinar di langit layaknya sepasang bintang terang di siang hari. Di saat malam, kedua bintang itu akan tampak seperti bulan purnama.
Penemuan planet berpotensi laik huni pada bintang Gliese 667 C menarik karena bintang GJ 667 C merupakan bintang bermassa rendah yang memiliki beberapa planet di zona laik huninya. Dengan demikian potensi untuk menemukan planet batuan laik huni di bintang bermassa rendah lainnya akan memberi khazanah baru dalam dunia extrasolar planet dna menambah semakin banyak kemungkinan pencarian Bumi lain selain pada bintang serupa Matahari.

Sumber Referensi:
http://langitselatan.com/2013/06/26/tiga-bintang-menghias-langit-planet-di-bintang-gliese-667-c/