Tampilkan postingan dengan label Health & Medical. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health & Medical. Tampilkan semua postingan

Lakukan 6 Tips Berikut Agar Terhindar Dari Bau Kaki Menyengat

Ketika berbicara bau badan, biasanya orang akan terfokus pada ketiak, lengan, atau daerah sekitar alat kelamin. Padahal, bau badan juga bisa berupa aroma tidak sedap yang ditimbulkan kaki atau biasa disebut dengan bromodosis.


Memang agak berbeda karena selain kelenjar apokrin (kelenjar yang bisa menghasilkan bau), sepatu dan kaus kaki pun bisa menyebabkan aroma tidak sedap pada kaki. 

Maka dari itu, Anda perlu memperhatikan kondisi kaki dan alas kaki untuk menghindari aroma tidak sedap pada kaki, seperti dikutip dari Medical News Today:

1. Cuci kaki dengan air hangat secara teratur
Ingatlah bahwa air hangat bisa membunuh bakteri lebih baik dibanding air dingin. Saat mencuci kaki, ada baiknya tambahkan minyak teh. Setelah itu keringkan kaki terutama di sela-sela jari.

2. Pilih kaus kaki yang tepat
Layaknya pakaian, pilihlah kaus kaki yang terbuat dari serat alami seperti katun atau setidaknya kombinasi serat buatan dan wol. Gantilah kaus kaki Anda setiap hari.

3. Pilih sepatu yang tepat
Sebaiknya hindari sepatu dengan bahan plastik. Selain itu, usahakan untuk melepas sepatu Anda tiap kali ada kesempatan untuk memberi kesempatan kaki untuk bernapas. Jika kaki Anda mudah berkeringat, sebaiknya jangan gunakan sepatu yang sama selama dua hari berturut-turut dan biarkan sepatu benar-benar dalam keadaan kering.

4. Gunakan batu apung
Bakteri bisa berkembang di kulit mati. Jika di telapak kaki terdapat kulit mati, sebaiknya hilangkan kulit mati itu menggunakan batu apung dengan cara digosok.

5. Pergi berkeliling dengan telanjang kaki
Cara lain memberi kesempatan kaki untuk bernapas yaitu dengan berjalan tanpa alas kaki atau mencopot alas kaki sesering mungkin.

6. Gunakan deodoran
Tanyakan kepada dokter jika kaki Anda memang membutuhkan deodoran khusus kaki. Atau jika ada infeksi jamur di kaki, cukup konsultasikan apa obat anti-jamur yang sesuai untuk mengobati infeksi Anda.



Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2013/11/lakukan-6-tips-berikut-agar-terhindar.html

Lidah Anda Tergigit, Segera Lakukan Beberapa Tips Ini

Saat makan, berbicara atau diam kadang seseorang bisa secara tidak sengaja lidahnya tergigit. Ini tentu bisa membuat orang tidak nyaman dan sakit, lalu apa hal yang sebaiknya dilakukan?


Lidah yang tergigit membutuhkan waktu untuk sembuh, tapi kondisi ini kadang menyakitkan dan seringkali berubah menjadi luka atau sariawan yang membuat seseorang tidak nyaman untuk makan atau berbicara.

Trauma fisik seperti lidah yang tergigit merupakan salah satu penyebab sariawan. Ini karena sariawan merupakan bentuk luka atau ulkus pada mukosa, ulkus ini bisa bertahan melalui peradangan atau infeksi sekunder.

Umumnya sariawan lebih mudah terjadi jika daya tahan mukosa rongga mulut sedang mengalami penurunan, maka trauma atau bentuk fisik yang terjadi dimulut lebih cepat memicu sariawan.

Untuk itu agar lidah yang tergigit tidak berubah menjadi sariawan dan cepat sembuh, maka ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan seseorang saat lidahnya tergigit, seperti dikutip dari Boldsky.

1. Lidah yang tergigit bukanlah suatu hal yang serius dan bisa disembuhkan dengan mudah. Hal ini karena kandungan dalam air liur bisa membantu menyembuhkan gigitan.

2. Ketika lidah tergigit, segera letakkan batu es di lidah untuk mengurangi rasa sakit dan juga menghentikan pendarahan.

3. Kumur mulut dengan menggunakan air garam selama beberapa detik, karena air garam bisa menjadi obat rumah yang efektif untuk menyembuhkan dan memiliki zat melawan bakteri serta mencegah infeksi.

4. Jika memiliki madu, maka oleskan 1 sendok madu setidaknya 2 kali dalam sehari, madu yang manis bisa efektif untuk menyembuhkan lidah yang tergigit.

5. Mengonsumsi air, lebih diutamakan menggunakan air dingin karena memberikan efek menenangkan dan bisa sekaligus mengompres.

6. Usahakan untuk menghindari makanan pedas karena bisa meningkatkan peradangan sehingga memperlambat proses penyembuhan.


Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2013/09/lidah-anda-tergigit-segera-lakukan.html

Makan Malam Tanpa Jadi Gemuk? Bisa Banget Dengan Tips Ini!

Banyak sekali wanita yang takut makan malam karena kabarnya bisa membuat gemuk. Padahal saat Anda tidur sekalipun, tubuh sedang membakar kalori. Makan malam berpotensi bikin gemuk jika menunya sembarangan dan 'rakus'. Dilansir dari self.com, inilah beberapa tips yang bisa Anda terapkan setiap hari agar badan Anda tetap ideal walupun tidak pernah ketinggalan makan malam:


1. Makan Dalam Porsi Biasa

Makan malam akan membuat Anda gemuk jika porsinya besar. Ingat, saat malam hari dan tidur, tubuh tidak melakukan aktivitas berat. Yang artinya, tubuh hanya perlu sedikit kalori dibanding kegiatan di siang hari. Maka makanlah dalam porsi kecil atau porsi biasa. Hindari makan malam dalam porsi besar apalagi sampai kekenyangan. Kasihan juga pencernaan yang harus bekerja lebih berat di saat Anda tidur.



2. Makan 3 Jam Sebelum Tidur

Usahakan makan jauh sebelum tidur, idealnya adalah 3 jam sebelum tidur jangan masukkan makanan. Semakin dekat waktu makan dan waktu tidur, semakin sulit tubuh mencernanya. Tidak hanya berpotensi membuat gemuk, tetapi juga memberatkan kerja sistem pencernaan.



3. Hindari Kafein

Hindari kafein menjelang malam. Selain membuat tubuh sulit tidur, mengonsumsi kafein akan membuat tubuh sulit mencerna makanan. Maka minumlah kopi atau kafein jauh sebelum malam. Minumlah susu hangat rendah lemak atau teh hangat menjelang tidur, karena bisa membuat tubuh lebih rileks.



4. Jangan Banyak Karbohidrat

Sangat dianjurkan memilih makanan seperti buah dan sayur ketika makan malam. Hindari terlalu banyak konsumsi nasi, mie, pasta, kentang dan karbohidrat lainnya. Saat malam, kadar gula darah cenderung meningkat, dan akan semakin buruk jika Anda memasukkan banyak karbohidrat karena akan diubah menjadi gula. Kadar gula tinggi akan membuat Anda makin mudah lapar di malam hari.


Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2015/01/makan-malam-tanpa-jadi-gemuk-bisa.html

6 Gejala Kanker yang Sering Diabaikan

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak ditakuti oleh sebagian besar masyarakat dunia. Sebagian besar orang menganggap bahwa gejala awal kanker tidak bisa dideteksi dengan jelas.

Baru-baru ini seorang peneliti yang berasal dari University College London, mengatakan bahwa gejala awal kanker sangat mungkin dialami seseorang. Dan bahkan gejala yang dialami sering disebut sebagai penyakit biasa. Dilansir dari prevention.com, inilah 5 gejala kanker yang sering diabaikan karena dianggap sakit biasa.



1. Benjolan di Tubuh

Jika Anda memiliki benjolan aneh di bagian tubuh, segeralah berobat ke dokter dan cari tahu benjolan tersebut. Benjolan bisa saja berupa sel kanker ataupun tumor. Tidak sedikit orang menganggap benjolan yang tiba-tiba tumbuh di tubuh adalah penyakit biasa, namun jika tidak segera diperiksa bisa jadi benjolan ini adalah gejala kanker.



2. Batuk / Suara Serak

Batuk dan flu sering terjadi di musim hujan. Virus dan bakteri disinyalir sebagai penyebab utama batuk. Namun jika Anda mengalami batuk berkepanjangan dan suara serak, bisa jadi hal ini adalah gejala kanker. Batuk berkepanjangan dan tidak lekas sembuh disebutkan sebagai gejala awal kanker toroid, kanker paru-paru ataupun limfoma. Hubungi dokter ketika Anda mengalami batuk serta suara serak berkepanjangan lebih dari satu bulan.



3. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan sering disebut sebagai sakit radang. Namun jika hal ini terjadi secara terus-menerus, sakit tenggorokan bisa dikatakan sebagai gejala awal adanya indikasi kanker laring ataupun kanker tenggorokan. Segera berobat dan periksa ke dokter jika Anda mengalami sakit tenggorokan pada waktu yang lama.



4. Berat Badan Turun

Ketika seseorang tidak melakukan diet namun mengalami penurunan berat badan yang signifikan, hal ini bisa dikatakan sebagai gejala awal adanya penyakit kanker di dalam tubuh. The American Cancer Society mengatakan jika terjadi penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab jelas merupakan salah satu gejala awal kanker.



5. Kesulitan Menelan

Penyempitan tenggorokan yang menyebabkan seseorang sulit menelan dikatakan sebagai gejala awal kanker. Gejala umum kanker adalah masalah pada sistem syaraf dan kekebalan tubuh. Salah satu yang bisa menunjukkan adanya kedua masalah tersebut adalah keadaan seseorang dimana ia sulit menelan dan tubuhnya lemah.



6. Nyeri di Tubuh

Rasa nyeri banyak dianggap sebagai rasa lelah atau sakit biasa. Namun asal Anda tahu, nyeri di tubuh disinyalir bisa menjadi gejala awal tubuh terindikasi sakit kanker. Rasa nyeri di salah satu bagian tubuh bisa memicu kanker di daerah tersebut. Rasa nyeri ini bisa saja sebagai gejala awal kanker tulang, kanker ovarium, kanker payudara atau bahkan kanker rahim.



Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2015/01/6-gejala-kanker-yang-sering-diabaikan.html#

Awas! Kebiasaan Charger Hp Sebabkan Badan Cepat Gemuk

Dewasa ini sudah banyak dan mudah orang-orang mendapatkan ponsel. Kini ponsel bukanlah hal yang mewah dan sulit didapatkan. Semakin banyak ponsel digunakan oleh manusia, semakin banyak pula perannya dibawa dalam kehidupan sehari terutama pada saat akan tidur.

Menurut studi yang dilakukan oleh Manchester University, salah satu penyebab berat badan tak kunjung turun bisa jadi karena pengaruh gelombang pendek yang ditimbulkan dari cahaya redup yang terjadi ketika ponsel di charge. Ini terjadi karena seseorang mencharge ponsel di dekat kasur.


Menurut sebuah hasil studi lain mengatakan, tubuh manusia akan benar-benar tidur lelap ketika berada pada ruangan yang sangat gelap gulita, sehingga penyaluran energi yang berasal dari makanan dan minuman dapat tersalur dengan baik.

Namun ketika seseorang meletakkan ponsel yang sedang di charge di atas kasur tempat seseorang tidur, hal itu bisa menyebabkan kekacauan di dalam tubuh.

“Kekurangan tidur bisa memicu rasa lapar dan meningkatkan nafsu makan, inilah kondisi yang menjadikan Anda selalu lapar di malam hari. Alhasil, Anda mengudap dan mengonsumsi makanan lebih banyak sebelum tidur,” terang Eve Van Cauter, Director of The Sleep, Metabolism and Health, University of Chicago.

Maka dari itu disarankan untuk tidak menaruh ponsel yang sedang di charge di atas kasur atau berdekatan dengan tubuh Anda ketika sedang tidur. Radiasinya bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh dan mengacaukan fungsi-fungsi yang ada dalam tubuh. Jika sistem dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik maka tubuh tersebut jadi mudah terserang berbagai penyakit bahkan kematian.

Jika ingin mencharge ponsel sebaiknya dilakukan di tempat yang jauh dari kasur. Hindarkan barang-barang elektronik dari sekitar Anda agar tubuh mendapat tidur yang berkualitas seperti yang dibutuhkan.


Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2014/12/awas-kebiasaan-charger-hp-sebabkan.html

Ini Lebihnya Jalan Kaki Dibanding Olah Raga Lari

Dibandingkan olah raga lari, jalan kaki kurang populer di masyarakat dan bahkan cenderung tidak dianggap sebagai olah raga. Padahal, jalan kaki punya kelebihan yang membuatnya cocok dilakukan oleh siapa saja.

"Lari itu memberikan beban lebih pada lutut dan persendian lainnya di kaki. Jalan kaki tidak, karenanya disebut low impact," kata dr Listya Tresnanti Mirtha, SpKO dari Fakultas Kedokteran Universita Indonesia.


Mengenai tren lari dan lomba maraton yang sedang sangat populer, dokter yang akrab disapa dr Tata tersebut mengaku senang. Bagaimanapun, tren lari di kalangan anak muda yang belakangan ini sangat populer turut mempromosikan gaya hidup sehat yakni banyak bergerak.

Namun dr Tata mengingatkan bahwa tidak semua orang cocok untuk berlari. Orang lanjut usia dan yang mempunyai masalah kelebihan berat badan tidak boleh sembarangan ikut lari, harus ada pemeriksaan dari dokter untuk memastikan fisiknya mendukung atau tidak.

"Bukan tidak boleh, tapi 3 bulan sebelumnya sudah harus persiapan. Jangan mendadak ikut maraton. Lebih bagus lagi, periksa dulu ke dokter olah raga," pesan dr Tata.

Jalan kaki dengan intensitas sedang, aman dilakukan sekalipun oleh lansia dan orang gemuk. Jika rutin dilakukan selama 30 menit tiap hari, risiko mengidap diabetes tipe 2 dan beragam komplikasinya bisa berkurang hingga 30 persen.

Intensitas sedang saat berjalan, menurut dr Tata bisa diukur dari kemampuan berbicara. Dikatakan mempunyai intensitas sedang jika saat berjalan seseorang masih bisa berbicara, tetapi sudah tidak sanggup untuk bernyanyi. "Patokannya adalah ngos-ngosan," kata dr Tata.
Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2014/12/ini-lebihnya-jalan-kaki-dibanding-olah.html#

Virus "Bodoh" yang Dapat Mengubah Sifat dan Kepribadian Manusia

Menjelang akhir 2014 lalu, peneliti menemukan sebuah virus berbahaya yang dekat dengan manusia. Tidak seperti virus Ebola yang membuat ribuan korbannya meninggal dan sempat menjadi epidemik pada 2014, namun virus ini dapat mengubah sifat dan kepribadian manusia, yaitu membuat manusia yang diinfeksinya menjadi bodoh. Ya, virus kebodohan atau stupidity virus!

Virus yang disebut ATCV-1 itu hidup cukup dekat dengan manusia karena bisa ditemukan pada tumbuhan jenis alga (algae) yang banyak terdapat diperairan sekitar kita.


Berdasarkan penelitian, peserta penelitian yang sudah terinfeksi virus ATCV-1 mengalami penurunan kemampuan spasial atau pengenalan ruang serta kemampuan otak untuk mengenali gambar.

Dan ternyata, virus ATCV-1 ini mempunyai kemampuan untuk mengatur ekspresi dari gen yang ada di dalam tubuh manusia dalam jumlah besar setelah berhasil menggandakan DNA mereka sendiri.

Virus ATCV-1 akan mempengaruhi kemampuan kognitif manusia sembari mengambil alih gen-gen di tubuh untuk membantu memperbanyak diri mereka.

Dikutip dari Geek, kemampuan ATCV-1 untuk membuat inangnya menjadi bodoh itu dilatarbelakangi oleh sejumlah alasan.

Diantara alasannya untuk membuat tubuh inang berhenti mengirim 'sinyal' bahaya ke sistem imun tubuhnya, sehingga virus-virus ini bisa terus berkembang biak tanpa adanya penghalang.

Virus ATCV-1 dapat mempengaruhi kognitif manusia lalu mengambil alih gen-gen di tubuh untuk membantu memperbanyak diri mereka.

Menurut penelitian lanjutan yang dilakukan para peneliti terhadap tikus-tikus, efek penurunan kecerdasan tersebut ternyata juga ditemukan dapat "menyerang" terhadap tikus-tikus percobaan ini.

Tikus-tikus yang sengaja diberi virus ATCV-1 oleh para peneliti telah membuktikan, bahwa tikus-tikus itu ternyata tidak mampu lagi untuk melakukan tugas-tugas sederhana, misalnya seperti menemukan sepotong keju dalam sebuah labirin yang bisanya mudah mereka temukan dalam keadaan normal.


Penemuan virus ATCV-1 yang biasanya hidup di kerongkongan manusia ini, kontan membuat para ilmuwan bertanya-tanya, apakah masih ada banyak virus atau bakteri di luar sana yang memiliki kemampuan untuk merubah sifat dan kepribadian manusia?

Kini bukan lagi suatu hal yang mustahil, bahwa munculnya beragam sifat hingga kecerdasan manusia, sejatinya bukan hanya karena pendidikan, tetapi oleh efek dari makhluk-makhluk mikroskopis di dalam tubuh kita.

Contoh nyatanya adalah seperti virus kebodohan yang telah ditemukan para peneliti ini yang dirilis pada akhir tahun 2014 lalu.

Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2014/12/ditemukan-virus-bodoh-yang-dapat.html

Telur Sebabkan Bisul, Mitos Atau Fakta?

Kerap kali orang menolak untuk konsumsi telur karena takut akan terjangkit bisul.

Telur Sebabkan Bisul, Mitos Atau Fakta?Kita dapat mengetahui jenis ayam yang kita konsumsi dengan melihat warna kuning telurnya. (thinkstockphotos.com)
Sudah sejak lama kita mendengar informasi bahwa dengan mengonsumsi telur, kita akan mendapati bisul di tubuh kita. Sehingga, beberapa orang kemudian membatasi diri untuk tidak mengonsumsi telur karena ketakutannya dengan bisul. Benarkah hal tersebut? Sayangnya, pernyataan mengenai makan telur menyebabkan bisul, hanyalah mitos.
Seseorang yang alergi telur pun tidak mendapati bisul ketika ia mengonsumsinya. Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry pun menyebutkan gejala terhadap seseorang yang alergi dengan putih telur adalah sakit kepala, mual, ruma kemerahan di kulit, bukan bisul.
Hingga kini juga belum ditemukan penelitian mengenai hubungan antara mengonsumsi telur dengan bisul. Lalu, apa itu bisan dan bagaimana bisul dapat muncul? Sebenarnya bisul merupakan peradangan pada kulit yang terlokalisasi (biasanya terjadi di folikel rambut). Nanah pada bisul timbul karena hasil “pertempuran” antara sel darah putih dengan bakteri penyebab bisul.
Penyebab adanya bisul yang paling memungkinkan pun dikarenakan adanya pori-pori yang tersumbat (akibat keringat yang mongering) atau adanya benda asing yang masuk ke dalam kulit.
Dengan itulah, makan telur dapat menyebabkan bisul, hanyalah mitos belaka. Jadi, jangan takut makan telur, ya!


Sumber Referensi:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/06/telur-sebabkan-bisul-mitos-atau-fakta

Sains Peneliti: Manusia Masa Depan Bisa Hidup Hingga 200 Tahun

Hidup panjang hingga umur ratusan tahun bagi manusia untuk saat ini bisa dibilang mustahil. Tapi ilmuwan Inggris dan Eropa berpandangan masa hidup hingga 200 tahun mungkin bisa terwujud lagi di masa depan.

Pertimbangannya, tim ilmuwan itu mengklaim punya kunci memperpanjang usia hidup manusia setelah menemukan gen unik dari mamalia paling tua di dunia.


Mamalia yang dimaksud yaitu ikan paus kepala busur. Peneliti menemukan paus jenis ini memiliki gen unik yang bisa menolak penyakit kanker, jantung dan mampu memperbaiki kerusakan DNA.

Gen tersebut sudah dibuktikan oleh studi terpisah oleh dua peneliti di Inggris dan Amerika. Kedua peneliti benua itu sudah memetakan pola genetik paus tersebut yang diidentifikasi bisa berkontribusi membuat paus berumur hingga 200 tahun.

Peneliti utama studi dari Inggris, Joao Pedro de Magalhaes, mengatakan penemuan pola genetik tersebut bisa digunakan untuk mendalami bagaimana manusia bisa hidup lebih lama.

"Percobaan ideal selanjutnya yaitu mengambil gen paus itu dan memasukkan ke dalam tikus, dan kita lihat apakah tikus akan hidup lebih lama dan dapat terlindungi dari kanker," ujar de Magalhaes dilansir IBTimes.

Dia berpandangan, jika uji coba pada tikus itu berjalan lancar dan sesuai pada paus, maka peneliti itu yakin bisa diterapkan pada manusia.

Menurut laporan dari Sunday Times, studi yang dilakukan oleh Liverpool Centre for Genomics Research, menemukan pada ikan paus kepala busur memiliki mutasi unik dua gen yang terkait dengan umur panjang hewan.


Gen yang dimaksud yaitu ERCC1, yang diyakini mampu memperbaiki DNA, meningkatkan daya tahan atas kanker dan penuaan. Sedangkan gen lainnya, PCNA juga terkait dengan perbaikan DNA.

Mengenai riwayat usia paus kepala busur memang awalnya diketahui hanya berumur 70 tahunan saja, mirip dengan jenis paus pada umumnya. Namun penemuan pada abad ke 19 menunjukkan paus kepala busur bisa hidup hingga 150-200 tahun.

Fakta ini dikuatkan pada temuan paus kepala busur pada Mei 2007 lalu. Paus kepala busur berukuran 15 meter tertangkap di lepas pantai Alaska, AS. Pada kepala paus ini ditemukan tombak 3,5 inchi peledak berbentuk panah proyektil.

Ditelusuri tombak itu adalah buatan New Bedford, pusat perburuan paus besar yang dijalankan sekitar 1890. Artinya meski paus kepala busur itu terkena tombak proyektil, nyatanya sampai 2007 masih berkeliaran. 


Paus kepala busur bisa tumbuh hingga panjang 20 meter dan bobot 100 ton. Mamalia raksasa ini hidup sepenuhnya di Kutub Utara dan perairan sub-Kutub Utara. Paus kepala busur memiliki mulut terbesat dari hewan apapun dan punya lemak tertebal dibanding hewan lainnya.

Perburuan mamalia ini masih kencang sebelum adanya moratorium perlindungan penangkapan pada 1996 lalu. Populasi puas ini diperkirakan lebihd ari 24.900 di seluruh dunia, turun dari 50 ribu sebelum penangkapan ikan paus.


Sumber Referensi:
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/574753-peneliti--manusia-masa-depan-bisa-hidup-hingga-200-tahun

2 Hal ini Sama Bahayanya Dengan Merokok

Merokok disadari menjadi satu pencetus menurunnya tingkat kesehatan. Peraturan di berbagai negara pun membatasi gerak perokok agar menciptakan kehidupan yang lebih sehat.

Sayangnya, fokus terhadap bahaya merokok tak diimbangi dengan gerakan lain. Sebagai pencemaran udara, polusi dari emisi gas buang kendaraan pun ternyata sama bahayanya dengan merokok.

 


Selain itu, ada lagi hal penting yang harus diperhatikan oleh tiap individu. Kalau Anda tidak merokok, itu bagus. Namun, tahukah Anda bahwa malas bergerak dan kegemukan sama bahayanya dengan merokok?

Setidaknya demikian menurut Dr. Harry Rutter, penasehat di Departemen Kesehatan Inggris yang didanai oleh National Obesity Observatory. Ia menerbitkan tulisan setelah melakukan pengamatan pada pola hidup orang-orang di Inggris.

"Hanya sedikit orang di Inggris yang cukup melakukan aktivitas fisik demi kesehatan mereka," paparnya, "Hal ini menciptakan berbagai penyakit tersembunyi dan menurunkan kualitas hidup seseorang. Tapi tak banyak orang menyadarinya. Malasnya seseorang beraktivitas sama saja tingkat bahanya dengan penyakit yang ditumbulkan karena merokok."

Laporan Rutter setebal 126 halaman tersebut menjadi desakan pada pemerintah untuk menyusun rencana jangka panjang soal kebijakan, seperti misalnya menyediakan jalur sepeda lebih banyak, dan juga membuat lahan parkir khusus sepeda bagi sekolah-sekolah.

Kebiasaan bersepeda di Inggris terus menyusut tahun-tahun belakangan ini. Menurut Rutter hanya ada sekitar 2% dari populasi yang masih aktif bersepeda, kalah jauh dengan Belanda yang mencapai angka 26% dan Denmark 19%.

"Yang tidak kita sadari adalah ada perbedaan antara naik sepeda selama satu jam dengan duduk diam dalam mobil," ucap Rutter

Sekilas paparan Rutter hanya mengarah pada tingkat kesehatan penduduk Inggris. Sebenarnya kita pun bisa mengambil manfaat untuk kebaikan kita juga. Sudah saatnya kita lebih aktif bergerak. Kalau ingin pergi ke suatu tempat berjarak 200 - 500 meter, bukankah lebih sehat berjalan kaki dibanding naik motor atau mobil? Hidup lebih sehat, konsumsi BBM pun bisa dihemat.
Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2012/11/2-hal-ini-sama-bahayanya-dengan-merokok.html

Ketahui Mitos dan Fakta AIDS

Sebagai penyakit yang belum juga ada penyembuhnya secara medis, banyak orang masih percaya berbagai mitos penularan virus HIV. Akibatnya, ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) masih dijauhi.

Berdekatan dengan ODHA saat berkeringat, memakai peralatan makan yang sama, dan segala macam kontak fisik sebisa mungkin dihindari agar semakin minim terjadi penularan. Apakah benar demikian? Inilah mitos dan fakta seputar AIDS

 


Mitos: HIV dapat menular melalui penggunaan alat makan bersama ?

Fakta: Tidak terdapat bukti bahwa HIV dapat ditularkan melalui penggunaan alat makan secara bersama.

 

Mitos: HIV dapat ditularkan melalui jabat tangan ?

Fakta: HIV tidak ditularkan oleh kontak sehari-hari dalam kegiatan sosial, di sekolah ataupun di tempat kerja. Anda tidak dapat terinfeksi hanya karena Anda berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet bersama, minum dari gelas yang juga digunakan oleh seseorang yang terkena HIV, atau berada berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi yang sedang bersin atau batuk.

 

Mitos: HIV hanya menjangkiti kelompok homoseksual atau pengguna narkoba saja ?

Fakta: Tidak. Setiap orang yang melakukan hubungan seks yang tidak terlindungi, berbagi penggunaan alat suntikan atau diberi transfusi dengan darah yang terkontaminasi HIV dapat tertular. Bayi dapat terinfeksi HIV dari ibunya selama masa kehamilan, selama proses persalinan atau setelah kelahiran melalui pemberian air susu ibu.

 

Mitos: Kita dapat mengetahui bahwa seseorang terkena HIV hanya dengan melihat dari penampilannya.

Fakta: Kita tidak dapat mengetahui bahwa seseorang HIV positif hanya dengan melihat penampilan mereka. Seseorang yang sudah terinfeksi HIV bisa saja nampak sehat dan merasa baik-baik saja, namun mereka tetap dapat menularkan virusnya. Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak.

 

Mitos: Minum antibiotik sebelum melakukan hubungan seks dapat mencegah terkena infeksi menular seksual (IMS).

Fakta: Antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi, bukan untuk pencegahan. Pencegahan IMS hanya dapat dilakukan dengan penggunaan kondom secara konsisten dan benar ketika melakukan seks beresiko. Satu hal lagi, IMS merupakan pintu masuk virus HIV untuk masuk ke dalam tubuh manusia.

 

Mitos: Anak dari ibu yang terinfeksi HIV pasti juga positif HIV.

Fakta: Kemungkinan penularan dari ibu ke anak menurut penelitian adalah 25% – 40% (bukan 100%). Tapi dengan adanya program PMTCT (Prevention Mother to Child Transmission), maka kemungkinan penularan bisa ditekan hingga di bawah 2%. Hal ini memberikan kemungkinan besar bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) untuk bisa mempunyai anak yang terbebas dari HIV.

 

Mitos: Terapi antiretroviral dapat mencegah penularan HIV.

Fakta: Terapi antiretroviral tidal dapat mencegah penularan virus ke orang lain. Terapi dapat membantu menurunkan jumlah virus ke tingkat yang tidak terdeteksi, namun virusnya masih tetap ada dalam tubuh dan dapat ditularkan ke orang lain melalui hubungan seksual, dengan bergantian memakai peralatan suntikan atau melalui ibu yang menyusui bayinya.

 

 

Mitos: Nyamuk dapat menularkan HIV
 
Fakta: Nyamuk tidak menularkan darah orang lain yang mereka hisap kepada korban baru. HIV / AIDS tidak mereproduksi pada serangga, sehingga virus ini tidak dapat bertahan hidup pada nyamuk untuk ditransmisikan melalui air liur.

 

Mitos: orang yang positif HIV tampak sakit
 
Fakta: Seseorang bisa terinfeksi HIV/ AIDS selama lebih dari 10 tahun tanpa menunjukkan tanda atau gejala. Selama bertahun-tahun, orang yang terkena HIV bisa terlihat sehat, mampu bekerja seperti biasa dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.


 
Mitos: Terinfeksi HIV berarti vonis mati.

Fakta: Dengan perawatan dan pengobatan serta pola hidup sehat, seseorang yang terinfeksi HIV tetap dapat sehat dan berumur panjang. ARV (Antiretroviral) adalah kemajuan penemuan pengobatan yang mampu menekan perkembangan virus sehingga kekebalan tubuh tetap pada posisi aman. Fase AIDS dapat dicegah dengan kemampuan ARV sehingga orang yang terinfeksi HIV dapat tetap hidup sehat, walaupun virus HIV ada dalam tubuhnya.

 
Semoga dengan memahami fakta tentang AIDS bisa membuat kita tidak lagi menjauhi ODHA. Namun, patut diingat pengguna narkoba dan pelaku seks bebas sangat rentan terhadap penularan AIDS. 
Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2012/12/ketahui-mitos-dan-fakta-aids.html

Junk Food Membuat Otak Anda Pikun Parah Dalam Seminggu

Apakah Anda penggemar kuliner? Jika ya, coba seleksi makanan Anda. Kebanyakan makanan yang dijual untuk kuliner sebenarnya merupakan makanan jenis junk food dan fast food.

Makanan seperti ini memang sangat beresiko membuat seseorang mengalami kegemukan dan dampaknya cukup besar pada kondisi memori atau ingatan Anda. 


Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian di Australia. Sebuah penelitian pada tikus di New South Wales, membuktikan bahwa diet tinggi lemak dan gula bisa membuat tikus tersebut mengalami gangguan memori.

Kita memang harus menyeleksi jenis makanan apa saja yang kita makan dan bagaimana kita memakannya. Junk food adalah makanan yang miskin akan nutrisi yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. 

Sementara, masih banyak makanan yang kita konsumsi sebenarnya merupakan produk junk food, terutama bila kita sibuk dan sering jajan di luar.

Cara makanan ini merusak otak kita adalah dengan membuat tubuh kita mengalami obesitas. Penumpukan lemak dan gula dari makanan ini akan membuat kita mengalami kelebihan berat badan. Saat hal ini terjadi, ada inflamasi yang dialami oleh tubuh dan hal ini tak begitu terasa. Inflamasi akan terasa ketika ada perubahan dalam otak kita.

Bila hal ini terjadi, hanya dalam seminggu saja, kita bisa mengalami kerusakan memori secara permanen. Misalnya, kita jadi susah konsentrasi, sering pikun dan sebagainya. 


Untuk mencegah hal tersebut, ada baiknya kita mengimbangi dengan makanan sehat dan mengurangi konsumsi makanan yang terlalu banyak lemak dan gula.

Perbanyak konsumsi jus tanpa gula karena buah juga sudah mengandung gula buah. Ganti pula makanan Anda yang berlemak jenuh dengan makanan yang mengandung lemak sehat. 

Misalnya alpukat, kacang-kacangan daripada Anda memilih burger dan ayam goreng. Makanan yang bervariasi juga bisa membuat Anda lebih sehat.

Lebih banyak konsumsi makanan yang sehat bagi otak, misalnya ikan-ikanan, brokoli, kacang-kacangan, serta berbagai buah-buahan seperti strawberry, apel dan jeruk. Yuk jaga kesehatan agar otak tetap cemerlang. 
Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2014/01/junk-food-membuat-otak-anda-pikun-parah.html

Softdrink Beresiko Rusak Saraf Nadi Dibelakang Mata Anak

Berbagai penelitian telah menunjukkan mengenai dampak buruk yang bisa disebabkan akibat terlalu sering minum softdrink. 

Jika sebelumnya banyak penelitian lebih memfokuskan pada orang dewasa, kini sebuah studi meneliti mengenai efeknya terhadap anak-anak. 


Peneliti menemukan bahwa minuman ringan menyebabkan penyempitan pembuluh nadi di belakang bagian mata anak. 

Dengan demikian, kondisi tersebut dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi saat dewasa nanti. 

Kesimpulan itu diambil oleh para peneliti dari Westmead Millenium Institute for Medical Research, Sydner University, Australia, dengan melibatkan sekitar 2.000 anak berusia 12 tahun yang berasal dari 21 sekolah di Sydney. 


Studi yang merupakan lanjutan dari penelitian tahun lalu itu menemukan adanya kerusakan yang terjadi di belakang bagian mata akibat konsumsi softdrink berlebih. Kerusakan yang ada mirip dengan kerusakan akibat terlalu sering menonton TV meskipun tidak serta merta mempengaruhi daya penglihatan mereka. 

Bamini Gopinath, peneliti senior di Millenium Institure yang memimpin studi itu mengatakan bahwa anak-anak yang terlalu banyak mengonsumsi minuman ringan yang mengandung karbohidrat memiliki profil mikrovaskuler lebih buruk dibandingkan mereka yang tidak meminumnya. 
Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2014/01/softdrink-beresiko-rusak-saraf-nadi.html

Harus Tahu 4 Risiko Suara Bising

Suara bising seringkali kita dengar setiap hari. Mulai suara kendaraan, mesin industri, hingga musik yang tak sesuai selera. Pada beberapa kondisi, manusia harus beradaptasi dengan lingkungan seperti ini. Walau tanpa disadari, ada efek nyata dari suara dan bunyi-bunyian itu terhadap kesehatan.

Sebagai salah satu pelopor peneliti suara dan psikolog lingkungan, Arline Bronzaft, Ph.D. dari City University of New York mengatakan, "Saat telinga menangkap gelombang suara dan mengirimkannya ke temporal lobe untuk diinterpretasikan, bagian otak yang lebih tinggi dari itu yang akan menentukan apakah suara tersebut kurang menyenangkan ataukah mengganggu," terangnya.

Rasio kematian orang yang tinggal dekat landasan udara:   1 dari 7000 setiap tahun/ foto: AP/www.dw.de


Apa saja efek suara bising pada manusia?


1. Bising mengganggu proses pembelajaran anak
Peneliti mengamati dua kelas di sebuah SD di Inwood, New York City yang kebetulan dekat dengan jalur rel kereta api. Ternyata sebagian anak yang belajar di kelas yang menghadap ke rel tertinggal setahun lebih lambat dalam mata pelajaran ketimbang yang kelasnya terletak di bagian gedung yang lebih 'tenang'.

Tak berapa lama Bronzaft kembali ke sekolah tersebut setelah petugas memasang bantalan untuk mengurangi suara di atas rel dan sekolah menambahkan panel penyerap suara di dalam kelas. Kemampuan membaca, atau ukuran pencapaian pendidikan anak, di kedua kelas pun jadi seimbang.


Hal ini juga berlaku untuk anak-anak yang sekolah atau rumahnya dekat dengan jalur pesawat dan tol. Anak-anak yang akrab dengan suara bising kendaraan lebih cenderung mendapatkan nilai yang rendah dalam pelajaran bahasa dan kemampuan kognitif, termasuk skor membaca yang rendah.




2. Bising menurunkan produktivitas kerja

Dalam sebuah artikel dikemukakan 70 persen perkantoran di New York menggunakan konsep ruang terbuka. Namun ternyata konsep kantor semacam ini rentan menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

Menurut peneliti, suara-suara yang bercampur jadi satu dalam ruang perkantoran yang terbuka membatasi kemampuan pekerja untuk mengingat informasi, bahkan melakukan tugas-tugas mendasar seperti aritmatika. Peneliti mengatakan suara-suara ini bukan sekadar pengalih perhatian tapi sudah tergolong ke dalam salah satu bentuk stres yang dialami pekerja.



3. Lingkungan berisik berisiko bagi kesehatan

Paparan kronis dari suara-suara bising yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal, misalkan yang berasal dari moda transportasi seperti landasan pesawat atau rel kereta api dapat meningkatkan tekanan darah serta menambah risiko serangan jantung fatal.



4. Suara bising sangat mengganggu orang yang suka multitasking

Multitasking sendiri sejatinya pekerjaan yang sia-sia karena jarang ada dua-tiga pekerjaan bisa selesai sekaligus dalam satu waktu. Namun adanya suara bising akan semakin memperparah kondisi ini. "Apalagi ketika sedang multitasking, seseorang cenderung kesulitan menghindari distraksi," imbuh pakar saraf kognitif dari Stanford University, Anthony Wagner.

Akan lebih terasa dampaknya apabila suara yang mengganggu itu berasal dari lingkungan sekitar yang sebenarnya tak relevan dengan pekerjaan misal suara bising dari mesin fotokopi atau rekan kerja yang ngobrol.
Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2014/01/harus-tahu-4-risiko-suara-bising.html

Agar Olahraga Bisa Maksimal, Cobalah Putar Genre Lagu Ini

Agar kita bisa berolahraga dengan maksimal, selain suasana yang mendukung, musik yang kita dengar pun bisa berpengaruh lho. Sebab, jika musik yang didengarkan tidak tepat, itu justru bisa berbahaya pada kegiatan olahraga kita.


Penelitian 'Music in Exercise and Sport Group at Brunel and Spotify' yang dilakukan psikolog olahraga dr Costas Karageorghis menganalisis hampir lebih dari 6,5 juta playlist yang didengar saat seseorang berolahraga. Tim peneliti membandingkan trek denyut per menit (bpm) saat peserta penelitian melakukan olahraga tertentu.

Kemudian, mereka mencocokkan bpm rata-rata genre musik dengan bpm rata-rata aktivitas olahraga seperti jogging dan lari. Nah, para peneliti menemukan bahwa musik rap adalah genre terbaik untuk gerakan olahraga inti. Saat pemanasan dan pendinginan, musik yang sebaiknya diputar adalah genre pop.

Di penelitian sebelumnya, dr Costas juga menemukan bahwa memutar musik saat olahraga bisa membantu meningkatkan motivasi sehingga Anda berpikiran positif ketika berolahraga. Kemudian, intensitas serta semangat latihan juga jadi lebih tinggi.

"Ini berarti bahwa pada saat tubuh mengatakan stop, musik memiliki kekuatan untuk memperbaiki suasana hati yang diisyaratkan melalui tubuh, sehingga Anda tetap akan berolahraga," papar dr Costas seperti dilansirSydney Morning Herald.

Sementara itu, personal trainee dan pendiri Urban Fitness Solution, Stanley Sithole, mengakui jika pilihan musik saat olahraga tergantung dari selera masing-masing orang. Namun, ada beberapa genre musik yang memang bisa memaksimalkan latihan Anda.

"Mengapa rap atau hip hop baik untuk berolahraga karena liriknya yang bisa jadi motivator. Sedangkan pada musik pop, meskipun tidak terlalu banyak lirik tapi beat-nya cenderung membuat orang bersemangat dan rileks," kata Sithole.
Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2014/01/agar-olahraga-bisa-maksimal-cobalah.html

Waspada Terhadap 7 Penyakit ini di Musim Hujan

Curah hujan yang meningkat akibat anomali cuaca, menyebabkan banyak lokasi rawan banjir. Sampah yang menumpuk, serta suhu udara yang cepat berubah memudahkan ketahanan tubuh menurun drastis. Berbagai penyakit pun siap mengintai.



Langkah paling mendasar adalah menjaga kebersihan, seperti himbauan Kemenkes Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, "Cuci tangan pakai sabun setiap akan makan/minum serta sehabis buang hajat; merebus air minum hingga mendidih setiap hari; menjaga kebersihan lingkungan; dan  menghindari tumpukan  sampah di sekitar tempat tinggal."

Karena setidaknya ada  tujuh penyakit yang harus diwaspadai dalam kondisi musim hujan dan banjir sekarang ini, yaitu:



1. DiarePenyakit diare sangat erat kaitanya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi maka potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar. Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.




2. Leptospirosis
Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan/binatang. Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.

Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi dapat terinfeksi dan akan jatuh menjadi sakit.

“Untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis masyarakat agar melakukan langkah-langkah antisipasi yaitu menekan dan hindari adanya tikus yang berkeliaran di sekitar kita, dengan selalu menjaga kebersihan; hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka; gunakan pelindung misalnya sepatu boot, bila terpaksa harus ke daerah banjir; dan segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit berkepanjangan,” kata Prof. Tjandra.




3. ISPA
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat/ mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dan lain-lain. Untuk menangani penyakit ini, masyarakat diimbau untuk istirahat, pengobatan simtomatis sesuai gejala, mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan.

“Faktor berkumpulnya banyak orang, misalnya di tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan ISPA,” kata Prof. Tjandra.





4. Penyakit kulit
Penyakit kulit, dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain pada musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti juga pada ISPA, maka faktor berkumpulnya banyak orang, misalnya di tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan infeksi kulit.



5. Penyakit saluran cerna
Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini juga faktor kebersihan makanan memegang peranan penting.



6. Penyakit kronik
Selain itu juga perlu diperhatikan perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari.



7. Demam berdarah


Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan air  itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

“Masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Selain itu agar masyarakat segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan bila ada yang sakit dengan gejala  panas tinggi yang tidak jelas sebabnya yang disertai adanya tanda-tanda perdarahan,” tambah Prof. Tjandra.
Sumber Referensi:
http://www.apakabardunia.com/2014/01/waspada-terhadap-7-penyakit-di-musim.html